Blog
Kalau kamu sedang mencari harga RAM dan SSD di 2026, kabarnya agak bikin dompet menangis. Hal ini disebabkan tren pasar global menunjukkan RAM dan SSD cenderung naik, bukan turun.
Dikutip dari laman TrendForce, harga kontrak DRAM konvensional diproyeksikan naik 90–95% QoQ di 1Q26 dan masih naik lagi 58–63% QoQ di 2Q26. Harga RAM dan SSD di 2026 cenderung naik dan makin volatil. Untuk pembeli ritel, artinya pilihan murah masih ada, tetapi selisih harga antara produk entry-level dan premium sekarang makin lebar.
Sebagai contoh listing yang terindeks web di Indonesia pada awal April 2026, RAM laptop DDR4 8GB ada di kisaran Rp640 ribu, RAM desktop DDR5 16GB ada di kisaran Rp4,07 juta, SSD NVMe 1TB entry-level ada di sekitar Rp870 ribu, sementara SSD premium 1TB bisa berada di kisaran Rp3,699 juta.
Harga ini adalah contoh listing, bukan patokan tunggal pasar, dan bisa berubah tergantung stok, promo, dan jenis garansi.
BACA JUGA : "Harga Laptop Murah untuk Pelajar, Apakah Masih Worth It di 2026?"
Berikut gambaran pasar ritel berdasarkan contoh listing yang sedang terindeks:
Dari contoh di atas, terlihat bahwa harga RAM dan SSD di 2026 tidak bisa dibaca dengan satu angka tunggal. Kategori, generasi, performa, controller, TBW, cache, heatsink, dan brand membuat rentang harga jadi sangat lebar. Dengan kata lain: sama-sama “1TB”, tapi belum tentu sama-sama ramah rekening.
Penyebab terbesarnya datang dari sisi suplai dan permintaan global. Permintaan AI dan data center yang kuat memperburuk ketidakseimbangan supply-demand memori, sementara pemasok DRAM terus mengalihkan kapasitas ke HBM dan server.
Artinya, walaupun kamu belinya untuk laptop pribadi atau PC rumahan, kamu tetap kena efek domino dari pasar enterprise. Ini bukan karena SSD tiba-tiba jadi barang kolektor, melainkan karena pabrik lebih tertarik melayani segmen yang margin-nya lebih tebal. Hal tersebut yang membuat harga ritel berpotensi ikut terangkat dan stok produk tertentu terasa lebih sensitif.
Kalau laptop atau PC kamu masih terasa lambat saat booting, membuka aplikasi, atau memindahkan file, SSD biasanya memberi dampak paling terasa lebih dulu. Namun kalau masalah utamanya adalah banyak tab browser, aplikasi kantor, meeting online, dan multitasking, upgrade RAM sering lebih terasa manfaatnya.
Tetapi di 2026, keputusan beli tidak cukup melihat kapasitas saja, kamu juga harus cek kompatibilitas. DDR4 dan DDR5 tidak kompatibel silang, karena ada perbedaan fisik dan kelistrikan pada modul maupun slot motherboard. Untuk storage, NVMe dan SATA juga berbeda interface dan protokol; NVMe memakai PCIe dan dirancang untuk performa SSD yang lebih tinggi dibanding SATA.
BACA JUGA: "Perbedaan Prosesor Intel dan AMD. Mana Pilihanmu?"
Harga RAM dan SSD di 2026 cenderung naik, dengan tekanan terbesar datang dari permintaan AI, alokasi kapasitas ke server/HBM, dan prioritas pasokan ke enterprise SSD. Di level ritel Indonesia, pilihan murah masih tersedia, tetapi jarak harga antara produk entry-level, menengah, dan premium makin lebar.
Maka dari itu, pembelian terbaik di 2026 bukan sekadar mencari yang paling murah, melainkan yang paling kompatibel dan paling masuk akal untuk kebutuhanmu. AXIOO hadir untuk kamu yang mencari laptop dengan value terbaik, yakni harga tetap terjangkau, tapi performa tidak setengah-setengah.
Mulai dari kebutuhan belajar, kerja, multitasking, sampai gaming, pilihan spesifikasinya dirancang agar relevan untuk penggunaan harian sekarang, dengan keunggulan yang bikin tenang seperti fitur yang kompetitif, desain yang modern, dan layanan after sales yang siap mendukung pengalaman pemakaian jangka panjang.
Jadi, daripada kompromi antara budget dan kualitas, saatnya pilih laptop yang kasih lebih banyak keuntungan dalam satu paket. Pilih laptop Axioo dan Pongo Gaming untuk mendapatkan kombinasi harga terjangkau, spesifikasi mumpuni, dan after sales yang terpercaya. Karena keputusan cerdas bukan cuma soal beli laptop, tapi beli laptop dengan nilai terbaik. (*)
Latest Updated Media